Isuzu Panther.jpg

Diam-diam, Isuzu Panther Masih Laku Terjual 200 Unit Per Bulan

Senin, 9 Maret 2020 13:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Belum lama ini, dunia otomotif dihebohkan dengan kabar diberhentikannya produksi alias suntik mati salah satu mobil legendaris dari Isuzu, yakni Panther. Kabar atau isu ini muncul akibat beredarnya foto di media sosial yang menunjukkan beberapa pekerja memegang spanduk bertuliskan ucapan selamat tinggal pada MPV andalan Isuzu ini.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan mengenai pemberhentian produksi Isuzu Panther. “Panther masih kita produksi terus. Untuk passenger maupun pikap masih kita produksi terus,” jelasnya ketika dijumpai di Pameran GIICOMVEC 2020 beberapa waktu lalu.

[Baca Juga: Isuzu Tak Khawatir Hadapi Kebijakan Euro 4 di Indonesia]

Menurut Ernando, Isuzu Panther memiliki pelanggan setianya. Meski tak terlalu banyak, Isuzu Panther masih menyumbang penjualan Isuzu. Di mana setiap bulannya, kata Ernando, Isuzu Panther terjual sekira 200 unit. “Panther itu masih 200-an unit tiap bulan. Customer setianya banyak,” kata Ernando.

Pemberlakuan standar emisi Euro 4 untuk mesin diesel yang diterapkan pemerintah mulai 2021 jadi kendala bagi Isuzu Panther. Pasalnya, hingga saat ini, Isuzu Panther masih berstandar Euro 2. Isuzu pun kini harus berlari untuk menuju Euro 4 agar tetap bertahan di pasar otomotif Tanah Air.

Mau tidak mau, pengembangan mesin jadi harga mati. Arah pengembangan ini pun sepertinya akan dilakukan Isuzu. Harmoko Setiawan, Department Head Prototype dan Test Department (IAMI) mengatakan ada sejumlah penyesuaian dari segi teknis atau non teknis untuk mengubah Isuzu Panther menjadi standar Euro 4.

"Secara teknis perlu ubahan dan penambahan dari mechanical pump menjadi common rail, major change masuknya. Secara umum perubahan banyak di luar engine, tapi kalau common rail-nya itu ada di dalam engine," imbuhnya.

[Baca Juga: Tanda Bahan Bakar Kurang Berkualitas, Akibatnya Bikin Ngeri]

Selain membutukan waktu, penyesuaian Isuzu Panther dengan mengubahnya menjadi standar Euro 4 perlu membutuhkan budget yang cukup besar. Ini tentunya dipastikan akan berimbas juga dengan harga jual Isuzu Panther.

Patut kita tunggu, apakah Isuzu akan merombak Panther agar sesuai dengan standar Euro 4?

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift