Renault Triber.jpg

Harga Jual Renault Triber Ancam Mobil LGCG

Selasa, 19 November 2019 11:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Harga jual Renault Triber resmi diumumkan. Mobil yang diluncurkan di ajang GIIAS 2019 ini dibanderol mulai Rp133 juta. Dari sisi harga, Renault Triber yang memosisikan diri di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) sangat berdekatan dengan mobil segmen Low Cost Green Car (LCGC) yang dipasarkan di Indonesia.

Dengan harga tersebut, PT Maxindo Renault Indonesia percaya diri model Renault Triber terbarunya mampu diterima pasar otomotif Tanah Air, meskipun produk ini terjun di pasar yang cukup ketat, yang telah dihuni raksasa otomotif asal Jepang, terutama di segmen MPV ataupun LCGC.

Diketahui, mobil berlabel LCGC di Indonesia cukup banyak. Contohnya ada Toyota dengan produk andalannya, yakni Calya. LGGC dari Toyota ini dibanderol dari harga Rp140,2 juta hingga Rp158,4 juta.

Selain itu, ada mobil LCGC lainnya keluaran Daihatsu, yakni Sigra. Mobil andalan Daihatsu ini dibanderol mulai dari dari Rp114.000.000 untuk varian terendah, hingga Rp156.750.000 untuk varian tertinggi. Ada juga Datsun GO+ yang dilego mulai dari Rp119,2 juta hingga Rp156,9 juta.

[Baca Juga: Resmi Diumumkan, Harga Renault Triber Mulai Rp133 Juta]

Dari rincian harga tersebut, harga mobil berlabel LCGC yang sudah eksis di pasar otomotif Tanah Air sangat bersinggungan dengan Renault Triber. Dari perbandingan harga tersebut, banyak yang menilai harga MPV Renault itu bisa mengganggu atau bahkan mengancam penjualan segmen LCGC.

Dijelaskan Davy J Tulian, harga Renault Triber yang telah diumumkan merupakan harga terbaik. Ini sesuai janji dan komitmen PT Maxindo Renault Indonesia dalam memberikan kesempatan masyarakat Indonesia untuk merasakan memiliki produk Eropa. “Harganya Indonesia banget,” ujarnya.

Menanggapi persaingan harga tersebut, Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan, kehadiran Renault Triber dengan harga murah bukan sebuah ancaman. Hal tersebut, kata Hendrayadi, justru menjadi pemantik untuk Daihatsu lebih baik lagi, serta membuat persaingan makin seru.

"Bagi kami memicu persaingan yang lebih baik lagi. Berarti kami ter-triger untuk memberikan yang lebih baik lagi dibanding kompetitor. Buat kita tidak masalah itu, buat kita bagus. Kita tidak merasa terancam, kita merasa punya segmennya sendiri," kata Hendrayadi seperti dilansir tempo.co.id.

[Baca Juga: Tak Lagi Murah, Pajak Mobil LCGC Segera Direalisasikan]

Persaingan harga tersebut memang menjadi hal yang lumrah terjadi di pasar otomotif Indonesia. Kembali lagi pada pilihan pelanggan, mereka tentunya telah memiliki perhitungan tersendiri untuk memiliki mobil LCGC ataupun MPV Eropa dari Renault yang kini mulai dipasarkan dengan harga pasti.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift