Hyundai.jpg

Hyundai Bangkitkan Potensi Start Up Indonesia

Senin, 11 Mei 2020 15:00 | Galih Pratama

OTONEWS - PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) telah memilih 10 start up sosial yang akan memperoleh bimbingan melalui proram Hyundai Start-Up Challenge. Ini sebuah program akselerasi yang membantu start up sosial untuk membangkitkan potensi terbaik mereka dalam berkontribusi positif bagi masyarakat.

Di Indonesia, program yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Hyundai ini telah dimulai pada awal 2020 dan diikuti oleh ratusan pendaftar. Para finalis telah melewati tahapan seleksi yang ketat demi menemukan peserta yang paling sesuai.

YoungTack Lee, President of Hyundai Motor Asia-Pacific Headquarters mengungkapkan kegembiraannya terhadap perkembangan program penting ini dalam membina ekosistem wirausaha sosial di Indonesia.

“Kami optimis, meski dunia tengah menghadapi tantangan berat karena pandemi, bagaimanapun caranya, program ini akan tetap dapat menghasilkan banyak kontribusi yang lebih positif, serta inovasi yang berdampak baik dan berkelanjutan di berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya.

[Baca Juga: Hyundai Sediakan Mobil Listrik IONIC untuk Transportasi Tenaga Medis]

Di program ini, para finalis tak hanya akan menerima banyak pengetahuan baru dari para ahli. Setiap finalis dari 10 start up sosial terpilih tersebut juga akan memperoleh pendanaan senilai Rp100 juta untuk memperluas dampak positif dari usaha sosial mereka.

Selain itu, Hyundai akan memberikan pendanaan tambahan kepada 4 (empat) peserta terbaik di akhir program. Pendaannya mulai dari Rp100 juta hingga Rp500 juta.

Kriteria pemenang Hyundai Start-Up Challenge sendiri ditentukan berdasarkan komitmen partisipasi mereka di sepanjang program, serta kemampuan dalam membuat rencana bisnis yang solid dan dapat ditindaklanjuti. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas, mecakupi bidang pendidikan, lingkungan, dan ketenagakerjaan .

Berikut adalah daftar 10 finalis Hyundai Start-Up Challenge 2020:

  1. Rumah Mocaf dari Banjarnegara, produsen tepung mocaf bebas gluten yang memberdayakan petani singkong lokal
  2. Difa Bike dari Yogyakarta, menawarkan layanan mobilitas untuk para penyandang disabilitas.
  3. Kampung Marketer dari Purbalingga, memberikan layanan pemasaran digital untuk UKM.
  4. Biomagg Indonesia dari Depok, berfokus pada pengolahan limbah organik, pengembangan sumber makanan alternatif untuk hewan, pembuatan pupuk dan pembinaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
  5. Agradaya dari Yogyakarta, produsen rempah-rempah yang bermitra dengan ratusan petani rempah-rempah lokal berskala kecil.
  6. Pictafish dari Sidoarjo, membantu petani ikan dan udang dalam mengelola proses budidaya mereka menggunakan analisis IoT dan Big Data.
  7. Tech Prom Lab dari Bandung, memecahkan masalah lingkungan melalui implementasi. penelitian dan inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
  8. Indigo Biru Baru dari Solo, membuat produk busana siap pakai dengan pewarna alami.
  9. GMB dari Surakarta, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi.
  10. Bandung Bee Sanctuary dari Bandung, sebuah pusat pembudidayaan dan edukasi lebah berbasis teknologi.

Selanjutnya, 10 finalis tersebut akan dibimbing oleh mentor yang sesuai berdasarkan keahlian masing-masing tim.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift