indikator oli.jpg

Indikator Oli Menyala? Ini Langkah yang Harus Dilakukan

Senin, 3 Februari 2020 13:00 | Galih Pratama

OTOTIPS – Umumnya, semua lampu indikator pada odometer mobil akan menyala ketika kunci kontak diposisikan ON. Tak kecuali indikator oli, lampu indikator ini juga akan menyala saat mobil akan di-starter. Setelah mobil menyala, indikator oli akan mati dengan sendirinya. Tapi, apabila indikator oli menyala saat kondisi jalan atau saat sedang menyetir, ini bisa jadi ada masalah pada tekanan oli mesin mobil.

Seperti diketahui, indikator oli merupakan salah satu lampu indikator pada odometer yang berfungsi mengingatkan pengemudi jika ada fault atau error pada sirkulasi oli. Di sisi lain, mesin mobil membutuhkan pasokan oli yang tetap untuk melumasi semua komponen mesin. Untuk itu, mobil tak boleh dibiarkan berjalan lama tanpa adanya tekanan oli mesin yang memadai. Lalu, apa yang harus dilakukan pengemudi jika berada dalam kondisi tersebut?

[Baca Juga: Awas, Jangan Salah Pilih Oli Mesin Mobil]

Hal pertama yang harus dilakukan ketika indikator oli mesin menyala adalah segera menepi di jalan. Menurut laman Auto2000, jika mobil dipaksakan terus berlajan bisa mengakibatkan bagian mesin yang bergerak tak terlumasi dengan baik dan berujung rusak parah.

Selanjutnya, ketika mobil sudah menepi, buka kap mobil dan periksa level oli menggunakan dipstick. Apabila saat dipstick dimasukkan ke lubang dipstick dan hasilnya kering, ini artinya ketinggian oli mesin sangat kurang. Selain mengecek volume oli mesin dengan dipstick, Anda juga patut curiga terhadap kebocoran atau rembesan oli mesin.

Hal tersebut bisa saja terjadi. Sebab, kebocoran internal pada mesin bisa menyebabkan oli berkurang. Untuk mengeceknya, lihat ke bawah mobil untuk menemukan indikasi kebocoran. Jika ada oli yang menetes dari bawah mesin, kemungkinan gasket sobek atau filter oli tidak terpasang dengan rapat.

Sementara jika Anda tak menemukan adanya kebocoran, tapi oli mesin berkurang, solusinya bisa menambahkan oli yang jenisnya sama dengan sebelumnya. Setelah itu, isi oli mesin sampai indikator dipstick mencapai garis ‘full’. Lalu, nyalakan mesin dan lihat apakah lampu indikator oli masih menyala atau tidak.

[Baca Juga: Ini Akibatnya Jika Lupa Ganti Oli Transmisi Matik]

Oli mesin sudah ditambah, tapi indikator tetap menyala. Masalah yang terjadi kemungkinnan besar terletak pada tekanan oli. Diketahui, tekanan oli dihasilkan oleh pompa oli yang mendorong oli menuju mesin. Apabila pompa oli tidak berfungsi, mesin tak akan terlumasi dengan baik. Kalau sudah begitu, Anda disarankan jangan memaksakan menyetir, segeralah ke bengkel untuk memperbaikinya.

Demikian hal-hal yang harus dilakukan apabila indikator oli mesin menyala saat Anda menyetir. Jangan paksakan mobil tetap berjalan. Jika dipaksakan, mesin akan mengalami kerusakaan parah dan membutuhkan budget yang tak sedikit untuk memperbaikinya.

Artikel Lainnya

/media/images/Otonew-Ini-Bedanya-Mobil-Biasa-dan-Hybrid-Galih.original.jpg

Tips Mudah Merawat Mobil Hybrid

/media/images/Kendaraan-Niaga-Mercedes-Benz.original.jpg

Tips Merawat Kendaraan Niaga Selama Tak Beroperasi

/media/images/Minyak-Rem.original.jpg

Tanda-tanda Minyak Rem Mobil Wajib Diganti