isuzu-4ja1l-4.jpg

Isuzu Tak Khawatir Hadapi Kebijakan Euro 4 di Indonesia

Sabtu, 7 Maret 2020 19:00 | Aldi Prihaditama

OTONEWS - Perkembangan ekonomi suatu negara tentu dipengaruhi oleh beragam faktor, salah satunya ialah laju bisnis yang dilakukan oleh masyarakat. Laju bisnis yang lancar juga tak terlepas dari instrumen penunjangnya, sebut saja kendaraan yang digunakan untuk melakukan aktivitas perniagaan. Produk Isuzu telah menjadi pilihan bagi banyak khalayak di Indonesia, dalam mendukung kegiatan perekonomiannya.

Dengan begitu banyaknya kendaraan bermesin diesel yang beredar di Tanah Air, terutama di sektor niaga, Isuzu menjadi salah satu pemain lama yang berada di segmen kendaraan komersial. Seiring dengan perkembangan jaman dan populasi kendaraan yang ada digunakan oleh masyarakat, emisi gas buang menjadi sorotan bagi banyak pihak, terutama di mata pemerintah. Tak pelak, pemerintah pun menyusun dan menyiapkan kebijakan terkait dengan emisi gas buang kendaraan di Indonesia.

ELF sebagai salah satu produk andalan Isuzu yang telah dipercaya oleh banyak konsumen Indonesia.

Terkait dengan kendaraan bermesin diesel di Indonesia, regulasi Euro 2 telah diterapkan sejak tahun 2009 hingga 2017. Lalu sejak tanggal 7 April 2017, telah diundangkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 mengenai implementasi regulasi Euro 4 pada kendaraan roda empat atau lebih. Khusus untuk setiap kendaraan bermesin diesel dipasarkan, terhitung 48 bulan sejak diundangkan, yakni pada tanggal 7 April 2021, sudah harus sesuai dengan regulasi Euro 4 tersebut.

Dalam menyikapi peraturan pemerintah tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) pun segera melakukan kajian terhadap produk yang dipasarkan. Kajian itu disertai dengan sejumlah langkah untuk penyesuaian spesifikasi mesin untuk memenuhi standar emisi Euro 4. “Setidaknya ada tiga penggunaan komponen yang menjadi fokus Isuzu, yaitu Exhaust Gas Recirculation Cooler, Variable Geometry System Turbocharger, dan Diesel Oxidation Catalyst,” papar Harmoko Setyawan, Prototype and Test Departement Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, saat ditemui Otopedia (6/3/20).

[Baca Juga: Aplikasi Isuzu Link Diperkenalkan di GIICOMVEC 2020, Begini Fungsinya]

Exhaust Gas Recirculation (EGR) adalah alat yang dipasang untuk mencegah kenaikan temperatur berlebihan dari proses pembakaran, dengan mengurangi konsentrasi oksigen, yang akhirnya menurunkan emisi nitrogen oksida (NOx). Dengan menambahkan sistem pendinginan atau EGR Cooler, maka akan lebih banyak penurunan kadar emisi NOx yang dihasilkan oleh mesin.

Penerapan Variable Geometry System Turbocharger memungkinkan output mesin menjadi meningkat, karena sudut kemiringan sirip pada bagian internal turbo dapat berubah seiring dengan aliran udara yang melewatinya. Performa mesin menjadi lebih optimal ini didapat tanpa harus kompromi dengan efisiensi bahan bakar. “Jika pada putaran rendah, sirip hanya terbuka sedikit, sehingga turbo cepat berputar sejak putaran rendah. Lalu sirip terbuka secara penuh saat mesin menerima beban atau berada di putaran tinggi,” kata pria yang telah 20 tahun bekerja di IAMI ini.

Isuzu Traga tak hanya dipasarkan di Tanah Air, namun juga telah merambah pasar ekspor.

Sedangkan Diesel Oxidation Catalyst berfungsi untuk menyaring dan mengikat berbagai zat beracun yang dihasilkan melalui pembakaran mesin. Mulai dari karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), hidrokarbon (HC), hingga partikulat lain (Particulate Matter atau PM). Sehingga emisi gas buang yang keluar dari sistem knalpot menjadi lebih ramah terhadap lingkungan.

“Berbekal dengan sejumlah penyesuaian pada ketiga komponen tersebut, membuat kami siap untuk memenuhi standar emisi gas buang Euro 4 dalam pelaksanaannya pada April 2021 nanti. Hal ini juga sebagai langkah Isuzu untuk tetap kompetitif di pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen kendaraan komersial,” tutup Harmoko.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift