Mobil Balap Tenaga Surya.jpg

Mahasiswa Inggris Ciptakan Supercar Bertenaga Surya

Selasa, 12 November 2019 12:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Sebanyak 44 mahasiswa Inggris yang berasal dari Universitas Durham, Universitas Cambridge, dan Ardingly College berhasil menciptakan supercar bertenaga surya yang bersaing dalam ajang Bridgestone World Solar Power 2019 di Australia.

Menciptakan mobil balap bertenaga surya bisa dibilang sangat sulit. Banyak faktor yang harus dipertimbangakan, belum lagi kendala sinar matahari yang bisa menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Mengingat, cahaya matahari menjadi satu-satunya sumber energi utama penggerak mobil.

Meski begitu, nyatanya tim mahasiswa Inggris berhasil membangun mobil balap bertenaga surya dengan baik. Melansir thesun.co.uk, Selasa (12/11/2019), mobil balap bernama Ortus yang mereka kembangkan itu mampu berjalan dengan kecepatan 70 kilometer/jam.

Mobil tersebut dirakit untuk memperebutkan beberapa kelas yang dipertandingkan di ajang Bridgestone World Solar Power 2019 di Australia. Di kelas Challenger, misalnya, mobil tenaga surya rakitan perwakilan mahasiswa Universitas Durham berjuang memperebutkan kelas ini.

[Baca Juga: Mobil Listrik Karya Universitas Budi Luhur di Telkomsel IIMS 2019]

Dalam kelas Challenger, mahasiswa Inggris dituntut untuk merakit mobil ramah lingkungan untuk pembalap dengan tingkat aerodinamis yang tinggi. Sayangnya, pembalap mereka yang telah berjuang tak mampu naik podium. Meski begitu, capaian yang telah dilakukan mahasiswa Inggris tersebut tetap membanggakan.

Bisa dibilang capaian mahasiswa Inggris di ajang World Solar Power ini merupakan performa terbaik Inggris alam 32 tahun terakhir dalam menciptakan mobil bertenaga surya. “Itu adalah pengalaman yang luar biasa. Kemajuan kita dalam dua tahun adalah seperti siang dan malam. Hasil akhirnya adalah kendaraan paling efisien di Inggris” ujar Ketua Tim James Marriott.

Sementara perwakilan mahasiswa Cambridge dan Ardingly berjuang di kelas Cruiser. Khusus di kelas ini, ada sejumlah persyaratan yang harus terpenuhi dalam membangun mobil balap bertenaga listrik. Di antaranya mobil tersebut minimal terdapat dua kursi dan secara teori bisa digunakan dalam dunia nyata.

Tentunya, bukan hal yang mudah untuk menaklukkan medan balap dengan kondisi cuaca yang tak menentu, khususnya cuaca berawan. Inilah yang menjadi tantangan bagi para peserta agar mampu menyelesaikan lomba dengan baik.

[Baca Juga: 4 Pembalap Indonesia yang Mendunia]

Pemenang World Solar Power 2019

Tim Belanda, Solar Team Eindhoven kembali mencetak kemenangan untuk ketiga kalinya di kelas Cruiser. Mobil mereka dinilai sangat kompeten, karena telah memenuhi syarat layak atau standar resmi mobil yang melintas di Australia.

Istimewanya, mobil rancangan mahasiswa Belanda bisa berfungsi ganda sebagai stasiun pengisian daya ponsel. Lebih dari itu, mobil tersebut juga mampu memberikan daya ke mobil lain dan perangkat rumah tangga.

Sementara, salah satu fitur yang menarik disematkan dalam mobil balap ini adalah fitur parkir otomatis. Mobil balap bertenaga surya ini akan dengan sendirinya bermanuver parkir sendiri di tempat yang cerah untuk memaksimalkan isi ulang daya.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift