Honda Brio.jpg

Penjualan Mobil Honda Turun 11 Persen Akibat Efek Corona

Senin, 6 April 2020 14:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Dampak virus Corona atau Covid-19 sudah mulai dirasakan sebagian produsen otomotif Tanah Air. Hampir seluruh agen pemegang merek (APM) mengalami penurunan penjualan produknya. Selain aktivitas jual beli, produksi kendaraan pun ikut terganggu akbibat penyebaran virus ini.

Hal ini dirasakan betul PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku APM Honda di Tanah Air. Selain harus menghentikan pabrik, penurunan penjualan kendaraan juga sangat dirasakan oleh merek mobil asal Negeri Sakura ini.

Mengutip dari keterangan resmi PT HPM, pada Maret 2020, tercatat sebanyak 10.657 unit mobil Honda terjual di Indonesia. Hasil ini turun 11 persen dari bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar penjualan pada Maret masih berasal dari Honda Brio dengan total penjualan sebanyak 5.444 unit.

Kemudian, disusul Honda HR-V sebanyak 1.880 unit, Honda CR-V sebanyak 1.151 unit dan Honda Jazz sebanyak 820 unit. Sementara itu, Honda Mobilio terjual sebanyak 745 unit, Honda BR-V sebanyak 390 unit, dan Honda Civic Hatchback RS sebanyak 103 unit.

[Baca Juga: Pabrik Tutup Sementara, Stok Mobil Honda di Pasaran Aman]

Sedangkan di jajaran mobil premium, Honda Civic Sedan mencatat penjualan sebanyak 52 unit disusul Honda Odyssey sebanyak 28 unit, Honda City sebanyak 22 unit, Honda Accord sebanyak 20 unit dan Honda Civic Type R sebanyak 2 unit.

Sementara sebelum virus Corona ‘menyerang’ Tanah Air, penjualan Honda bisa dibilang cukup moncer di awal 2020. Sepanjang Januari, sebanyak 12.603 unit mobil Honda terjual dan hasil ini meningkat sebanyak 3 persen pada periode yang sama tahun lalu dengan cacatan penjualan sebesar 12.190 unit.

Honda Brio Satya masih menyumbangkan kontribusi tertinggi untuk dengan penjualan sebanyak 4.348 unit di Januari 2020. Ini meningkat 20 persen dibandingkan Januari tahun lalu. Sedangkan Honda Brio RS meraih penjualan sebesar 1.297 unit, juga meningkat 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Melihat penurunan tersebut, PT HPM telah melakukan penyesuaian dengan menghentikan sementara aktivitas produksi di pabrik selama dua pekan yang dimulai dari 13 April 2020. Selama masa ini, hanya lini produksi yang berhenti beroperasi, sementara operasional lain di pabrik dan head office masih tetap berjalan sesuai dengan aturan pemerintah saat ini.

[Baca Juga: All New Honda City Raih 5 Bintang Uji Tabrak ASEAN NCAP]

“Kami juga terus memonitor permintaan di pasar untuk mempersiapkan strategi yang tepat dalam menjalankan aktivitas produksi di bulan-bulan mendatang,” kata Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift