Breathalyser.jpg

Tahun 2022 Mobil Baru di Inggris Wajib Dilengkapi Breathalyser

Kamis, 14 November 2019 14:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya yang dipicu pengemudi yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan terus meningkat tiap tahunnya di Eropa. Untuk menekan angka kecelakaan tersebut, Uni Eropa mengeluarkan kebijakan khusus yang mewajibkan kendaraan keluaran terbaru dilengkapi breathalyser atau alat pengukur kadar alkohol dalam tubuh dalam mobil.

Melansir thesun.co.uk, Kamis (14/11/2019), pada Maret lalu Dewan Uni Eropa merumuskan dan memperkenalkan undang-undang khusus yang bertujuan menekan jumlah kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa akibat pengemudi mabuk.

Dalam undang-undang tersebut menyebutkan mobil keluaran terbaru pada 2022 diwajibkan memiliki atau menyematkan teknologi breathalyser. Keberadaan teknologi tersebut berlaku untuk semua jenis atau model kendaraan dari brand apapun yang dipasarkan di Eropa.

[Baca Juga: Aston Martin DB7 Elton John Dijual Rp500 Jutaan, Tertarik?]

Jadi, sebelum melakukan perjalanan, terlebih dahulu pengendara dipaksa untuk meniup alat pengukur kadar alkohol yang ada di dalam kabin mobil. Apabila pengendara terdeteksi minum alkohol berlebih, mesin mobil tak akan menyala atau begerak.

Selain breathalyser, kendaraan mobil di Eropa juga juga harus memiliki pembatas Intelligent Speed ​​Assistance (ISA) yang bisa mengingatkan pengemudi yang melebihi batas kecepatan. Dengan menggunakan data GPS dan kamera lalu lintas, kecepatan mobil dapat dikurangi secara otomatis jika pengemudi melaju terlalu cepat.

Sejumlah teknologi lainnya juga diwajibkan hadir dalam mobil di Eropa. Mulai dari rem darurat otonom, jalur bantu, deteksi kelelahan pengemudi, dan kamera mundur.

"Aturan baru ini akan membantu kita mengurangi secara signifikan jumlah kematian dan cedera parah,” ungkap Timo Harakka, salah satu anggota Dewan Eropa.

Sementara Neil Greig, Direktur Kebijakan dan Penelitian di IAM RoadSmart mengatakan, "IAM RoadSmart menyambut baik proposal ini, sehingga sangat bagus untuk melihat mereka benar-benar akan terjadi,” ujarnya.

[Baca Juga: Hindari Kecelakaan Beruntun, Perhatikan Jaga Jarak Aman]

"Pembatas kecepatan masih bersifat sukarela, sehingga Anda tidak harus menggunakannya. Meskipun semua mobil baru dari tahun 2022 akan diaktifkan untuk memiliki pembatas kecepatan, itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah Inggris untuk memutuskan bagaimana mereka mengaplikasikannya,” tambah Neil.

Diketahui, salah satu negara Eropa yang diharapkan menyetujui kebijakan dari Uni Eropa adalah Inggris. Terlebih, mereka telah menyatakan diri keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan Brexit. Penerapan teknologi tersebut harus dilakukan pada mobil keluaran terbaru pada 2022 mendatang. Bagaimana dengan Indonesia, kapan penerapan kebijakan tersebut dilakukan?

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift