Tarif BBN Kendaraan Bermotor.jpg

Tarif BBN Kendaraan Bermotor di DKI Jakarta Naik Per Hari Ini

Rabu, 11 Desember 2019 16:00 | Galih Pratama

OTONEWS – Tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di DKI Jakarta resmi naik. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan BBNKB sebesar 10 persen, saat ini menjadi 12,5 persen. Ketentuan ini berlaku efektif mulai hari ini (Rabu, 11 Desember 2019).

Ketentuan baru BBNKB ini tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) 6/2019 tentang Perubahan Perda Nomor 9 Tahun 2010 tentang BBNKB. Melansir cnbcindonesia, Rabu (11/12/2019), Perda ini ditetapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 7 November 2019.

Diberlakukannya aturan ini, membuat pembeli kendaraan baru yang ber-KTP DKI Jakarta akan mengeluarkan kocek lebih. Karena harga kendaraan baik motor ataupun mobil menjadi lebih mahal dari sebelumnya.

[Baca Juga: Balik Nama Mobil Tak Sulit yang Dikira, Ini Proses dan Biayanya]

Sesuai pasal 1 ayat 1, wajib pajak BBNKB adalah orang pribadi, badan dan lembaga negara dan instansi lainnya. Lalu, pasal 1 ayat 2 mengubah bunyi pasal 7 dari beleid lama di mana itu merupakan besaran tarif.

Selanjutnya, pada pasal 1 ayat 2 juga menyebutkan, tarif BBNKB untuk penyerahan pertama sebesar 12,5 persen. Lalu, penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 1 persen. Sementara, khusus untuk kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar yang tidak menggunakan jalan umum, tarif pajak untuk penyerahan pertama sebesar 0,75 persen dan penyerahan kedua dan seterusnya sebesar 0,075 persen.

Kenaikan tarif BNNKB di DKI Jakarta membuat sebagian Agen Pemengang Merek (APM) kendaraan baik roda dua maupun empat mulai menyesuaikan harga produknya. PT Toyota Astra Motor (TAM), misalnya, mereka siap menyesuaikan harga produknya.

"Harganya kami akan sesuaikan dengan kenaikan BBNKB. Kalau 2,5 persen, ya kita naikkan segitu juga sesuai peraturan," ujar Direktur Pemasaran PT TAM, Anton Jimmi Suwandy seperti dilansir inews.id.

“Selain tarif BBN, kenaikan harga rutin setiap tahun juga diberlakukan. Kami masih menunggu berapa kenaikannya," tambah Jimmi.

[Baca Juga: Tata Cara dan Menghitung Biaya Bea Masuk Impor Kendaraan]

Tak hanya TAM, sebagian APM kendaraan roda empat lainnya juga sudah mulai ancang-ancang menyesuaikan harga kendaraan yang akan dipasarkan, khususnya di Jakarta. Meski naik, diharapkan aturan tarif baru BBNKB ini tak menyurutkan pasar otomotif pada tahun depan. Mengingat, tahun ini industri otomotif di Tanah Air bisa dibilang kurang bergairah akibat efek domino sejumlah peristiwa, seperti Pemilihan Presiden.

Artikel Lainnya

/media/images/Kia-Rio-Facelift-2.original.jpg

Kia Rio Facelift Kini Usung Mesin Hybrid Ringan

/media/images/Hyundai-Santa-Fe-Facelift.original.jpg

Hyundai Santa Fe 2021 Tak Sekadar Facelift