Teknik Pengereman Musim Hujan.jpg

Teknik Pengereman yang Benar Saat Kondisi Hujan

Selasa, 3 Desember 2019 16:00 | Galih Pratama

OTOTIPS – Kondisi jalan yang licin akibat guyuran air hujan tentunya menjadi perhatian penting bagi pengemudi, baik motor maupun mobil. Kondisi jalan tersebut, sering kali menyebabkan terjadinya kegagalan dalam pengereman. Tak hanya menyebabkan kendaraan tergelincir, kegagalan pengereman juga bisa mengakibatkan kecelakaan yang fatal.

Untuk itu, pengendara sejatinya harus memahami benar-benar pengetahuan dan teknik pengereman terutama saat kondisi jalan basah pasca diguyur hujan. Berbeda dengan kondisi jalan kering, pengereman saat hujan atau lintasan basah membutuhkan perhitungan matang.

Jangan pernah berpikir mengerem adalah suatu cara mengelak dari benturan dengan kendaraan lain atau benda lainnya. Apalagi melakukan pengereman dalam kondisi panik. Ini yang justru bisa membahayakan baik bagi si pengendara maupun kendaraan lainnya.

[Baca Juga: Hindari Kecelakaan Beruntun, Perhatikan Jaga Jarak Aman]

Melansir dari berbagai sumber, banyak hal yang perlu diketahui ketika melakukan pengereman saat berkendara kondisi hujan. Menjaga jarak kendaraan dengan pengendara lain menjadi hal yang pertama harus diperhatikan. Pasalnya, kendaraan tidak bisa mengerem maksimal saat berada dalam kondisi lintasan basah. Apabila menjaga jarak aman saat kondisi jalanan kering 3 detik, tetapi di kondisi musim hujan jaga jarak aman idealnya ditingkatkan menjadi 4 detik. Namun, kondisi itu semua tergantung dengan kondisi di jalanan.

Kedua, jangan melakukan pengereman saat ban dalam keadaan tidak sejajar. Hal tersebut besar kemungkinan bisa mengakibatkan terjadinya ban selip. Perlu diingat, kondisi ban selip juga bisa diakibatkan dari akselerasi kendaraan yang mendadak. Untuk itu, pengendara disarankan menghindari akselerasi secara spontan.

Ketiga, lakukan pengereman secara bertahap saat kondisi jalan basah atau saat hujan. Teknik ini diklaim paling aman, terutama saat kendaraan melaju kencang saat hujan. Jangan menginjak rem secara penuh, tapi lakukan berulang-ulang agar tidak menghilangkan traksi ban dengan jalan.

[Baca Juga: Musim Hujan, Waspada Bahaya Aquaplaning]

Terakhir, hindari genangan air untuk mengurangi risiko terjadinya hydroplaning (hilangnnya traksi pada ban saat melewati genangan air). Adanya genangan air juga dapat menyebabkan hilangnya kemampuan untuk berhenti.

Demikian cara atau teknik pengereman yang perlu diperhatikan banyak pengendara saat musim hujan. Kondisi jalan yang basah bisa mengakibatkan pengereman kurang maksimal. Selalu waspada saat berkendara di musim hujan.

Artikel Lainnya

/media/images/Otonew-Ini-Bedanya-Mobil-Biasa-dan-Hybrid-Galih.original.jpg

Tips Mudah Merawat Mobil Hybrid

/media/images/Kendaraan-Niaga-Mercedes-Benz.original.jpg

Tips Merawat Kendaraan Niaga Selama Tak Beroperasi

/media/images/Minyak-Rem.original.jpg

Tanda-tanda Minyak Rem Mobil Wajib Diganti