coating topcoat.jpg

Tips Menjaga Coating Lebih Awet dan Tetap Mengilap

Jumat, 24 Januari 2020 19:00 | Galih Pratama

OTOTIPS – Banyak pemilik mobil beranggapan bahwa bodi mobil yang sudah dilakukan proses coating atau pelapis cat berbahan khusus, tidak perlu dilakukan perawatan lagi. Pemahaman tersebut ternyata salah besar, pasalnya untuk memperpanjang umur lapisan coating serta menjaganya tetap mengilap, sang pemilik harus merawatnya.

“Banyak orang anggap kalau sudah dicoating seperti ‘anti peluru’ nggak bakal baret. Coating memang tahan baret, tapi kalau mobil menabrak pagar besi ya pasti baret. Selain itu, coating juga butuh perawatan agar tetap kinclong,” ungkap Adrian Hartanto, Manajer TOPCOAT Radio Dalam, Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, menjaga lapisan coating cat mobil agar tetap terjaga ketahanannya sangat mudah dilakukan para pemilik mobil. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah soal pencucian mobil. “Kalau belum ada seminggu setelah di-coating, usahakan jangan dicuci dengan sabun. Cukup dengan semprot dengan air saja,” kata Adrian.

[Baca Juga: Cat Anti Gores dan Mengilap Berkat Coating Sapphire Serum]

Masih menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menjaga lapisan coating mengering secara sempurna pada cat. Jika dicuci dengan air sabun, kata Adrian, dikhawatirkan lapisan coating tak mampu melapisi cat secara maksimal. “Kalau sudah seminggu lebih, baru boleh mencucinya pakai sabun,” tambahnya.

Pencucian mobil dengan sabun juga tak bisa dilakukan sembarangan. Kata Adrian, harus dilakukan dengan langkah-langkah pencucian yang benar. Pertama, siram terlebih dahulu seluruh bodi agar debu atau kotoran tersapu oleh air. Selanjutnya, bisa dilakukan pembersihan dengan lap yang sudah tercampur dengan air sabun. “Sabunnya apa saja, kalau bisa yang mengandung wax agar setelah dicuci terlihat mengilap lagi,” ujarnya.

Hanya saja, Adrian berpesan, ketika melakukan pembersihan kotoran dengan lap yang tercampur air sabun, pemilik mobil terlebih dahulu menyiapkan dua ember untuk memisahkan antara air sabun bersih dan kotor.

“Jangan pas mau bilas mobil menggunakan bekas air sabun yang kotor. Pakai ember satunya lagi, yang isinya sabun bersih. Kalau pakai lap sabun kotor, pasti ada partikel debu yang bisa menggores coating saat proses pengelapan. Jadi, usahakan sediakan dua ember sabun kotor dan bersih,” jelasnya lagi.

Sementara untuk mengeringkan bodi dari sisa air mencuci, jangan sekali-kali menggunakan lap biasa. Pemilik mobil disarankan untuk memakai kain microfiber. Kain ini memiliki kelebihan karena tak membuat cat bodi mobil mudah tergores. “Sifatnya kan seperti pori-pori ya, atau kaya handuk. Jadi, kalau ada kotoran dan debu, akan masuk ke pori-pori tersebut. Lain halnya kalau lap biasa, sehingga risikonya bisa baret kalau ada kotoran,” katanya.

[Baca Juga: Hal Sepele Ini Bisa Sebabkan Cat Mobil Rusak]

Risiko lain yang membuat coating tak bertahan lama adalah poles. Ternyata, menurut Adrian, masih banyak pemilik mobil ambil jalan pintas ketika catnya mengalami masalah ketika sudah di-coating. “Misalnya ada jamuran, karena nggak ngerti minta dipoles. Inilah yang akan membuat coating terkelupas. Lalu, kalau ada kotoran burung ataupun lainnya, sebaiknya langsung dibersihkan,” tutupnya.

Artikel Lainnya

/media/images/Otonew-Ini-Bedanya-Mobil-Biasa-dan-Hybrid-Galih.original.jpg

Tips Mudah Merawat Mobil Hybrid

/media/images/Kendaraan-Niaga-Mercedes-Benz.original.jpg

Tips Merawat Kendaraan Niaga Selama Tak Beroperasi

/media/images/Minyak-Rem.original.jpg

Tanda-tanda Minyak Rem Mobil Wajib Diganti